Kajian Rutin Kitab Ayyuhal Walad: Tinggalkan Empat Perkara ini!
Kajian Kitab Ayyuhal Walad
Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga kembali menggelar kegiatan rutin Kajian Kitab pada Selasa, 3 Desember 2024. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh khidmat, mengusung pembahasan kitab Ayyuhal Walad. Kajian kali ini dipandu oleh Ustadz Dr. H. Moh. Kanif Anwari, M.Ag., selaku Direktur Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga sekaligus dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.
Pada Kajian kali ini Ustadz Kanif menjelaskan bahwa ada empat perkara yang harus dihindari oleh kaum muslimin demi menjauhi keburukan baik itu di dunia maupun di akhirat kelak. Pada kajian kali ini, beliau membahas lebih dalam perkara yang pertama dan jenis-jenis kejahilan yang perlu kita pahami seperti yang dipaparkan dalam kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali.
Imam Al-Ghazali memaparkan empat hal yang harus ditinggalkan pada perkara yang pertama, diantaranya:
- Hindari pertengkaran yang tidak perlu: Kebanyakan pertengkaran tidak akan menghasilkan kemanfaatan, namun menghasilkan mudharat seperti hasad, iri dan dengki diantara manusia.
- Hasad dan dengki: Hasad dan dengki bukanlah hal yang sepatutnya disimpan oleh seorang muslim, sebab sifat hasad dan dengki hanya akan menggerogoti pahala kebaikan seseorang serta menimbulkan permusuhan diantara kita.
- Menghindari Kedunguan: Kedunguan adalah sifat kebodohan yang bercampur dengan kebodohan. Contohnya adalah seseorang yang sedikit ilmunya tetapi ingin mendebat orang alim yang sudah mendalami ilmu bertahun-tahun.
- Tidak memaksakan diri untuk memahami hal yang rumit: Orang yang belum siap memahami ilmu akan cenderung salah menilai, bahkan menolak kebenaran. Karena itu, bersabarlah dalam menuntut ilmu, dan jangan memaksa diri memahami sesuatu yang ada di luar kapasitas kita saat ini.
Ustadz Kanif juga menjelaskan lebih lanjut tentang macam-macam kejahilan yang perlu diketahui oleh kaum muslimin, sebab kejahilan ini ada bermacam-macam dan ada beberapa yang tidak dapat disembuhkan dan lainnya bisa. Diantara macam-macam kejahilan yang tidak dapat disembuhkan adalah:
- Kejahilan karena Hasad dan Amarah: Orang yang dipenuhi hasad dan amarah sulit untuk diberi pemahaman, seberapa pun baiknya jawaban yang diberikan. Dalam pemaparannya ustadz kanif menyampaikan agar tidak meladeni orang-orang yang termasuk pada kategori ini karena hanya membuang-buang waktu saja
- Kejahilan karena Kedunguan: Orang yang dungu sering kali tidak mau mendengar atau memahami, karena merasa dirinya lebih tahu. Sikap ini membuat mereka sulit sekali untuk diarahkan. Bahkan, memberikan penjelasan kepada mereka bisa menjadi sia-sia.
- Kejahilan karena Ketidaksiapan Memahami: Orang yang benar-benar ingin belajar tetapi belum memiliki kapasitas untuk memahami ilmu yang mendalam juga termasuk dalam jenis kejahilan ini. Maka jikalau ditanya jawab saja dengan hal-hal yang mendasar dan jangan dalam-dalam sebab akal manusia memiliki kapasitas masing-masing
Adapun dalam kitab Ayyuhal Walad dijelaskan juga satu kejahilan yang masih dapat diobati yaitu kejahilan dari orang yang tulus mencari kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang memiliki akal sehat, hati yang bersih, dan niat yang benar dalam menuntut ilmu. Mereka akan diberi kemudahan dan hidayah oleh Allah dalam mencari jawaban atas apa yang mereka cari.
Di akhir kajian, Ustadz Kanif memberikan berbagai cerita dan contoh nyata terkait jenis-jenis kejahilan yang telah dijelaskan. Beliau juga menyampaikan sikap terbaik yang dapat diambil seorang Muslim dalam menghadapi kejahilan tersebut. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap ajaran ini, para peserta diharapkan mampu bersikap bijaksana, meninggalkan empat keburukan yang dibahas, dan mengembangkan kepribadian Muslim yang lebih baik.
Kajian ini menjadi pengingat penting bagi kaum Muslimin untuk terus memperbaiki diri dan menjauhi sifat-sifat yang dapat membawa kerugian, baik di dunia maupun akhirat.
Disusun Oleh:
Penulis:Baqeer Andhika M
Editor: Yuda P